Minum Coca Cola dicaci maki habis-habisan
35) Minum Coca Cola dicaci maki habis-habisan
· Aku melihat papa membawa minuman kaleng yang dikasih Ako. Dua di antaranya berwarna merah tua. Belum pernah aku melihat minuman seperti itu sebelumnya. Ketika hari Raya Imlek itu sudah tiba aku merasa sudah boleh meminumnya. Aku mengambil satu kaleng dan meminumnya di depan rumah, dilihat oleh Aseng, Ati, Seng Huat dan Minggu. Aku merasa bangga punya minuman yang istimewa itu dan ingin menunjukan pada mereka. Karena aku hanya punya satu dan keseluruhan cuma dua kaleng tentu aku tidak bisa menawari mereka untuk ikut minum, selain itu hubunganku dengan mereka juga tidak begitu dekat.
· Melihat aku minum Coca Cola kemarahan mama menjadi meledak, sangat tidak puas terhadap diriku, entah kenapa. Dia memaki diriku habis-habisan: "co kin na ha ni kuan bo ka shi, ha ni kuan m'mm cin nciu, bo kong meng lang ai cia mai, ka ki tio kio-kio cia, co ki na ha ni kuan tiong cia, ha ni kuan tiong ham, bo nsiu kong lau bu abe kua tio, tio khio ke cia-cia liau, co kin na ha ni kuan bo hiau keng meng nkia, u tam po meng nkia tio cia-cia liau, co kin na ha ni kuan em pat tu tio " Dia mencaci-maki aku dan merendahkan diriku. Dia memarahi aku sedemikian rupa seakan-akan dia benar sepenuhnya. Apalagi karena dirinya adalah seorang mama yang dalam gambaranku merupakan orang yang tidak pernah salah, maka timbul rasa bersalah yang hebat dalam diriku disertai rasa malu karena dimarahi sedemikian rupa di depan orang banyak. Dia itu tidak mempertimbangkan perasaanku bahwa aku bisa/akan malu memarahi sedemikian rupa di depan orang banyak. Rasa gembira untuk meminum Coca Cola itupun lenyap. Mereka yang melihat kejadian itu perlahan-lahan meninggalkan tempat kejadian. Diriku masih terus dimarahi sampai dia puas.
Erstelldatum 02/27/00 16:42

0 Comments:
Post a Comment
<< Home