Friday, November 03, 2006

Lien Ke I

Lien Ke I:

1. Mama memukul Ace di depan rumah sampai hampir mati. Papa tidak melindungi diriku.

2. Aku memerlukan mama, memanggil dia. Langsung berteriak sangat keras, kasar nian!

3. Memandang aku dengan penuh rasa benci dan mengoncang-goncangkan tubuhku penuh dengan rasa benci.

4. Aku dalam keadaan sakit memerlukan mama ditinggalkan dengan rasa benci, dianggap tukang kacau.

5. Aku merasa kesepian di malam hari memerlukan mama. Menyeret aku ke dokter gigi.

6. Ketika mama berbicara dengan A'm. Aku memerlukan mama dan memanggil dia. Disebat dengan rotan secara brutal.

7. Minta korek kuping, rambut/kepalaku dicengkram dengan rasa benci.

8. Membungkus Ang Pau. Sikapnya yang kasar dan menolak sakit nian!

9. Di depan rumah Pui Cim memarahi aku dengan sangat benci ketika aku mau naik ke atas sepada.

10. Mau ke rumah Ama (nenek) melihat mama memperhatikan Aheng, aku mau juga. Aku diperlakukan dengan sangat kasar.

11. Menyuruh A'i Abo memukul aku saat du rumah nenek (Ama) dan aku meminta perhatian mama dianggap tukang kacau.

12. Pulang keluar main, minta uang (perhatian dan kehangatan) dilukai dan direndahkan.

13. Pah' ke ni sial. Dia sungguh-sungguh menyebat aku di saat ‘Ke Ni walaupun dia tahu itu sial.

14. Menyuruh papa memukul aku saat mama memandikan Aheng. Aku dianggap tukang kacau.

15. Aku ingin minum susu tengah malam. Mama menyuruh papa memukul aku.

16. Memerlukan akte kelahiran, bukannya ditolong. Malah disalahkan dan dimaki dengan benci.

17. Marah-marah dari luar tanpa sebab. Melihat aku takut malah mempermainkan aku bukannya menenangkan.

18. Mengajak aku ke kamar mandi.

19. Aku ingin ikut dia dan dia mendorong pintu kamar mandi menghalau diri Ace sambil ketawa cabul.

20. Membawa Aheng ke kamar mandi dan mengangek aku yang mau ikut.

21. A'i Abo datang mengatakan/menyinggung Ace anak Eng Sun.

22. Aku memanggil mama di ruang depan, dia langsung berbalik mengambil rotan. Sakit nian.

23. Membeli rotan dan memperlihatkannya pada diriku. De kua la e pai wa tua han liau.

24. A'i mencebok pantatku dengan kakinya yang kasar. A'i dan mama mentertawai diriku.

25. Ketika A'i meniggalkan aku saat aku mau ikut dia dengan cara dibohongi suruh kebelakang. Mama memandang diriku dengan senyuman yang membuat diriku takut.

26. Menunggu mama mencuci baju, sehabis mencuci langsung menuju pada Aheng.

27. Memikirkan kematian. Aku merasakan kesepian yang mencekik namun tidak bisa mengeluarkan dan akhirnya ditertawakan oleh mama.

28. Melempar bebek dengan batu sebagai reaksi dari perasaan yang kecewa dari sikap mama. Kaki bebek patah dan aku merasakan perasaan bersalah yang sangat mendalam.

29. Ahiang berlari menuju mama dari depan sekolah

30. Ahiang datang memanggil mama minta lui (uang) dipukul secara brutal.

31. Minta kalak yang dibawakan oleh A'i dicaci-maki bertubi-tubi

32. Minum Coca Cola dicaci maki habis-habisan

33. Membeli baju baru saat bekerja di tempat Hai Lam dicaci maki.

34. Menyapu muka So Keng

35. Imlek Ayu pendek datang, mama merendahkan mereka, tidak melayani mereka.

36. Ahiang minta uang sama mama untuk bayar uang sekolah dicaci maki sampai Ahiang menangis.

37. Beli mie tumpah ditertawakan, bukannya dihibur.

38. Mengajak Aheng nonton pulang ditanya mama.

39. Teng lin. Diri aku dipermainkan.

40. Mengeluh kepada papa bahwa Akong membeli gulin, sa leng he (ikan buncis) disimpan lama sampai rusak baru dibuang, anak-anak mau makan tidak boleh kasih dan kena marah dengan keras.

41. Di ruman Bun Tong So, Bun Tong So mengatakan aku mirip dengan papa, dalam hatiku merasa apa ini benar, tidak pernah aku mendengar hal itu dan bukankah aku seperti Ahiang keturunan Eng Sun. Mama mengelak seakan menyimpan perasaan bahwa aku bukan berasal dari papa tapi dari Eng Sun, tabu dan harus ditutupi.

42. Memukul aku. Aku lari masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Di dalam aku justru merasakan tekanan yang lebih berat lagi

43. Mendengar suara mama dipagi hari batuk-batuk dengan sangat keras dan mau muntah sangat menggelisahkan aku. Aku takut kalau dia sampai mati.

44. Mama dengan rambut pendek, berbaju kembang, sikapnya kasar nian dan menolak ketika aku mau dekat dengan dia.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home