Menyuruh papa memukul aku
16) Menyuruh papa memukul aku
· Aku melihat mama memandikan Aheng (Aheng di dalam ember karena Aheng masih bayi), berbuat untuk Aheng. Aku juga membutuhkan mama. Perasaanku sangat tidak enak, terasa tersiksa karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi selama ini. Aku mendekati mama dan memanggil dia: "ma, ma, ma". Dia langsung merasa tidak senang, lebih-lebih karena merasa sedang punya kerjaan, sedang memandikan Aheng. Tanpa memperhatikan kebutuhanku dia langsung mencap aku sebagai pengganggu, datang mau mengganggu dia: "le kua yo, ta wa lai cah yo", "ta wa lai cah yo". Namun aku memerlukan mama. Aku memanggil dia lagi: "ma, ma, ma", ingin dia memberikan perhatian kepadaku karena jiwaku memerlukan perhatian dari dia. Tapi dia merasa tidak senang dengan kedatanganku, merasa terganggu: "de kua yo, ku cai lai cah yo", "de kua yo, ku cai lai cah yo". Tapi aku sangat membutuhkan dia dan sikapnya yang negativ terhadapku itu berlawanan dengan yang aku butuhkan membuat kebutuhanku akan sikap yang baik dan memperhatikan diriku makin kurasakan. Aku terus memanggil dia 'ma, ma, ma', mengharapkan dia memberi perhatian kepadaku sebab aku sangat memerlukan dia. Dia mengamuk dan menyuruh papa memukul aku. Diriku dianggap pengacau, bukannya memberikan yang aku butuhkan, dia mengamuk dan menyuruh papa memukul aku: "tai pa Kid ","tai pa Kid ","tai pa Kid ", "tukang kaciau bae". Dengan dorongan yang terus-menerus papa menjadi marah dan murka tanpa sebab yang berasal dari diriku. Aku masih berdiri di tempat dekat dengan mama karena papa tidak pernah memukul aku. Tapi dia bisa sampai semurka itu hanya disuruh oleh mama begitu saja tanpa ada sebab dariku, tanpa aku menyakiti dia. Saat melihat dia sebegitu marah / murka dan mengambil rotan aku menjadi takut dan merasakan bahaya yang mengancam diriku dan lari masuk kamar mandi. Tapi pintu kamar mandi tentu tidak bakalan dapat menolong aku karena tidak akan kuat untuk menahan tenaga laki-laki dewasa seperti papa dan aku juga tidak berani mengunci dari dalam karena ancaman yang menanti dari luar terlalu besar dan ini bisa lebih menghancurkan mentalku lagi kalau aku mengunci pintu dari dalam dan di luar menanti bahaya besar.
· Dia mengejar aku sampai ke dalam kamar mandi, dengan mudah diriku terkejar olehnya. Dia sangat marah dan memukul aku, menyebat aku dengan rotan yang ada di tangannya. Aku tidak pernah dipukul oleh papa sebelumnya. Dia tiba-tiba bisa menjadi begitu ganas sangat diluar sangkaanku. Mama melihat papa memukul aku sebagai perbuatan yang betul dan berkata: "tio Kid, tio Kid, tio tai pa Kid" Aku merasakan mama yang tidak menghendaki aku dan papa yang ganas menyebat diriku dengan rotan / menyakiti diriku, perbuatan kedua orang itu sangat menghancurkan mentalku. Sikap mereka terhadapku membuat aku merasa diriku ini tidak disukai oleh mereka dan merasa diriku ini tidak pernah betul karena selalu tidak dikehendaki, selalu dicap/dianggap salah, sehingga selalu dimarahi dan dipukul oleh mereka. Aku merasa diriku ini tidak pernah benar/selalu salah, namun aku tidak pernah menemukan dimana letak kesalahanku dan hal ini bagiku merupakan siksaan batin tambahan lagi.
· Pukulan papa, sebatan rotan dari papa membuat aku merasa malu dan timbul rasa jarak dengan papa yang berarti membuat ruang hidupku lebih terjepit lagi. Aku dikelilingi oleh orang-orang yang tidak menghendaki diriku dan menganggap diriku ini selalu salah, selalu mengganggu orang, selalu tidak menyenangkan bagi orang lain termasuk papa dan mama. Perasaan jarak, malu dan juga takut terhadap papa timbul dalam diriku. Aku merasa malu terhadap papa karena menganggap papa orang yang baik/jujur dan aku telah berbuat yang tidak benar sebagai anak yang lebih besar (dari Aheng) sehingga sampai dipukul sedemikian rupa. Aku untuk selanjutnya hidup tanpa merasa ada orang yang melindungi diriku. Adalah sangat essensial bagi seorang untuk merasakan ada orang dewasa/orang tua yang memberi rasa aman kepadanya. Orang tua (mama dan papa) bagiku tidaklah memberi rasa aman, sebaliknya senantiasa selalu ada bahaya (yang datangnya dari mereka) yang mengintai diriku.
Erstelldatum 02/28/00 19:06

0 Comments:
Post a Comment
<< Home