10) Ketika mama berbicara dengan A'm. Aku memerlukan mama dan memanggil dia. Disebat dengan rotan secara kejam
10) Ketika mama berbicara dengan A'm. Aku memerlukan mama dan memanggil dia. Disebat dengan rotan secara kejam
ยท Melihat mama berbicara dengan A'mm, aku merasa mama terhadap orang lain ada perhatian, ada keseriusan. Perasaanku yang membutuhkan perhatian dari mama sudah lama aku tekan karena tidak ada kemungkinan untuk mendapatkannya. Aku merasa menderita dan perasaan ini tidak dapat aku tahan lagi terutama ketika melihat sikapnya terhadap orang lain ada keseriusan, mendengarkan dan memperhatikan. Aku kemudian memanggil mama: "ma, ma, ma", menginginkan dia mengarahkan perhatiannya kepadaku. Bukankah aku ini lebih penting. Mengapa memberikan perhatiannya kepada orang lain, sedangkan diriku begitu memerlukannya tidak mendapatkannya dan harus menderita. Dia menjawab: "an cua ?!", "tan ce e!". Dia sangat tidak senang dengan panggilanku: "tan ce e, e hiau ntia bo". Namun karena jiwaku yang sangat memerlukan dia aku berusaha sekuat tenaga untuk mengarahkan perhatiannya kepadaku. Tapi mama jauh lebih tertarik untuk berbicara dengan A'mm dari pada datang memperhatikan diriku dan berusaha meneruskan pembicaraannya. Dia merasakan diriku menggangu, mengganggu pembicaraan mereka dan diriku tidak menyenangkan bagi dia. Aku sesungguhnya juga merasa panggilan-panggilanku itu mengganggu, tapi aku tidak bisa tekan kebutuhanku, aku menderita karenanya. Karena perasaan yang tidak dapat aku tahan dalam diriku aku terus memanggil mama. Mama langsung mengamuk, langsung menyambar rotan yang ada di dekatnya, langsung menyebat aku dengan keras. Kena sebatan rotan yang perih aku segera lari masuk ke kolong meja makan untuk melindungi diri, supaya tidak kena sebatan lagi. Tapi mama sangat tidak puas dan marah besar. Dengan sangat benci dan dengan amarah yang menggebu-gebu dia membungkukan tubuhnya supaya dapat mencapai diriku dan menyebat diriku. Sebatannya mengenai tubuhku, perih dan membuat aku takut. Mama menjadi begitu buas, amarahnya seperti binatang buas. A'mm berusaha menghentikannya: " ho lo la kid So, an cua ha ni kuan la". Namun A'mm tidak bisa banyak menolong aku, sebab yang memukul aku bukannya orang lain tapi mamaku sendiri. Kebuasan mama tidak menjadi berkurang. Dia terus menyebat aku dengan buas, dengan amarah yang mengebu-gebu. Aku merasa takut dan mengharapkan sekali A'mm bisa melindungi aku, namun hanya sangat sedikit yang bisa dilakukannya untuk mencegah kebiadaban mama. Aku dicekam oleh rasa takun karena bahaya dari mama yang menyebat aku dengan amarah besar yang tidak terkontrol.
Erstelldatum 02/29/00 17:04

0 Comments:
Post a Comment
<< Home